Monday, 28 January 2013

letusan si dendam malam











penglihatan dinihari samar samar,
meliuk lintuk jari tangan lemah lemah,
bibir sasul menyebut ,lalu kemam kemam,
pendengaran terus mendurja sayu sayu,
berilusi lengkung pelangi hadir malam,
yakin bintang memancar pagi,
bukan era dan arena ini yang dicari,
tidak lagi takdir ini menjadi impi,
bersekutu sang nafsu di setiap sendi,
ingini padanya indah duniawi...

hanya hampir si petala tujuh neraka,
ini bukan ceritera mohon simpati,
atau meraih belaan organisasi,
juga pertubuhan mangsa yang dikasihi,
aku bukan di pinggiran menanti,
jangan beranggap si malang sepi,
dimana sebenarnya jasad aku lelaki besi,
takkan terliuk cepat dek habang api,

kemana kata perjuangan nan abadi,
oleh seorang lelaki sedang sejati,
dari seorang pujangga berhias kata dan masa,
senyum dan tawa berupa duka,
jeling dan tegas sebagai modal,
untuk tebal tebal dan kebal kebal,

kemenangan masih ditangan petualang,
bukan maksudku diktator ataupun lawan,
disini aku berperang emosi tak terlawan,
membenih dan menyubur kuntuman dendam,

alahai bila akan terjawab si hati,
alahai bila akan bertahan sang hati,
cukuplah sekadar pembentangan malam,
cukup sekadar melempar geram malam,

akur dan redha jalan pengurus hadapan,
sabar dan tenang kekal tercatat Al Quran,
ini malam sudah terletus,
esoknya tiada tercetus padu padu dendam...

No comments:

Post a Comment

macam mane ye^^boleh ke??

hilangkan bosan anda,
dengan zikir,
bacaan alquran,
bertafakur di masjid,
mendengar lagu keagamaan,
berbakti kepada kedua ibu bapa,.
nikmatilah hidup yang singkat ini,
dengan perkara yang baik ..hehehe