
umur kini berlumpur,
dengan susul galur kotor,
pantas subur,tidak luntur,
kuukur garisan susur .
dekad sudah berbait puisi,
seluruh ragaku sempit,
arahan sang hati yang sakit,
berbakti sekadar penawar bertepi.
bagiku tempat ini segalanya,
melempar dan meluak genta rasa,
secara hakikinya aku berfantasi ,
sebaiknya bebas mendeklimasi.
terang terang aku meramukan kisah,
hendak apa aku melencong sirah,
kalau panah memang mencari busar,
sudahlah hati hakikat tersasar.
penerimaan atau penolakan?
perasaan atau kebenaran?
kiri tanganku menjawab,
kanannya bersahaja melihat.
No comments:
Post a Comment