Thursday, 27 December 2012

assalamualaikum hari ini













Hari ini ,
Penuh duri dalam hati,
Kian tandus bahang percintaan,
Dalam karya penceritaan,
Dalam lurah nurani.
Akanku sentap rasa sugul,
Perluku buang bisik gemersik  hambar,
Berteleku bermusim aku disini,
Terpuput penat ,bertebaran umpat,
Sebenarnya disini masih terlahir serumpun nista,
Berlumang paduan dosa dosa.
Adakalanya,
Seperti engkau berbicara di ujung jalan,
Agar tenang menghadap sasaran,
Agar sabar menentang tentangan,
Meski tiada penasihat jiwa,
Ataupun seganggang puisi keratan kata semangat,
Kadangnya terlintas sebuah sketsa,
Yang dahulu direncanakan aku,
Alahai,
Jadilah diri kita yang sebenar,
Jangan selimuti dirimu dengan malu,
Biar sekarang tidak terpancar,
Asal kelak mampu melulu.
Alahai,
jangan jadi seperti
Penjual rupa tercatuk dikaki lima,
Jangan jadi daun tersangkut dibumbung bangunan,
Tidak terpinggir dek manusia sejati,
Memeras kudrat untuk sesuap nasi,
Asalkan tercatat ditabir akhirat......

Suatu epilog ranting ranting sukma,
Yang permulaan bermanifestasi cinta,
Dan kemuncak bersekutu si dendam segala,
Terlupa sejenak hala  pancaindera utama.


3 comments:

  1. Kita tidak akan sesekali dapat menjangka,
    Apa yang Allah aturkan buat kita,
    Adakala kita tersangat gembira.
    Adakala kita tersangat tidak suka,
    Aturan-Nya bukan pilihan kita,

    Dia tidak akan menduga hamba-Nya,
    Kecuali untuk melihat hamba-Nya,
    tersenyum di sana,
    tertawa di sana,
    berbahagia di sana,
    Di syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai yang mendamaikan jiwa.
    ....
    p/s : just copy n paste... ak x pandai :) tp terase nak comment...hehe

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

macam mane ye^^boleh ke??

hilangkan bosan anda,
dengan zikir,
bacaan alquran,
bertafakur di masjid,
mendengar lagu keagamaan,
berbakti kepada kedua ibu bapa,.
nikmatilah hidup yang singkat ini,
dengan perkara yang baik ..hehehe