Jambatan jiwa ku disusuli jentera kerinduan,
Pada seorang wanita anggun bermukim selatan,
Keringlah wahai aliran lara dipipiku,
Hentilah wahai sebak yang berdami saban waktu.
Esok,
Akan adanya lagi rekah-rekah
dunia,
Pada pasangan mataku yang semakin buta,
Akan terbitnya lagi bunyi bunyi rancak,
Pada pasangan telingaku yang semakin pekak.
Lusa,
Pasti manusia
berbicara sekata tentangku,
Melihat aku berlari megah dan melompat,
Melihat aku tersenyum dan bernyanyi merdu,
Walhal berhalusinasi disebalik rupa dan sifat.
Tulat,
Cinta kepadanya jutaan bunga bunga,
Sayang padanya ribuan warna warna,
Rindu kepadanya ratusan angan-angan,
Adakah,
lenyap semua pancaran cahaya cinta ,
Bersama jasad yang
perit menyayang,
Bersama jiwa derita merindunya.

No comments:
Post a Comment